sayang
kau hadir lagi dalam bab_bab yang ku buka
menuturkan kisah dalam sepi
kau telah jadi kitab
tersulam dari aksara
hadirkan rentetan kata jadi kalimat
lalu mengalirkan makna yang ambigu
reranting juga merayu
tunggui angin berkisah
tiap senja jingga memudar
sebelum rembulan tersenyum
dan gemintang masih pulas
lalu berjejerlah kepingan sepi
hidangkan rindu yang membara
pada detak....
pada denyut....
pada gelombang dan risau....
dan kini sayang......
waktu berputar kelilingi arah mata angin
mencari kata yang ingin dititip pada pelangi
kata ucapan rasa sayang padamu
kata dalam balutan rindangnya doa-doa
padahal kau adalah anyaman kata itu
mekarkan kelopak mimpi jadi kasmaran
apa malaikat juga mengucapkannya padamu ?
atau bidadari menyiram cemburunya ?
usah kau menjawabnya sayang....
kitab merah jambu akan jelaskannya
aku juga telah berkelana
mencari aidelweis kesukaanmu
ingin kutulis nama mu di kelopaknya yang mungil
bersanding dengan do'a berbalut rindu
tapi bukan do'a panjang umur yang kurangkai
lalu ku titip dipucuk gerimis juga pelangi
karena umurmu telah dalam genggamanmu sendiri
ku hanya ingin tuhan tahu kita masih mewarna
sayang...
kata nenek pelangi adalah jembatan anja menuju bumi
aku ingi belajar percaya itu
agar rindu dan kisah kita ku titipkan pada tiap warnanya
biar musim paham
rindu mengalun dimana saja
dengan nada gelombang cari sandaran
diusiamu yang tak lagi remaja
ada keanggunan dalam balutan putih
dengan renda cinta yang membelukar
tertanam dalam lembah yang dikitari balairung kesetiaan
kau selalu hadir dalam tiap bab-bab kehidupan
telanjangi rembulan dan matahari
juga memasungku dalam sepi
kau hadir lagi dalam bab_bab yang ku buka
menuturkan kisah dalam sepi
kau telah jadi kitab
tersulam dari aksara
hadirkan rentetan kata jadi kalimat
lalu mengalirkan makna yang ambigu
reranting juga merayu
tunggui angin berkisah
tiap senja jingga memudar
sebelum rembulan tersenyum
dan gemintang masih pulas
lalu berjejerlah kepingan sepi
hidangkan rindu yang membara
pada detak....
pada denyut....
pada gelombang dan risau....
dan kini sayang......
waktu berputar kelilingi arah mata angin
mencari kata yang ingin dititip pada pelangi
kata ucapan rasa sayang padamu
kata dalam balutan rindangnya doa-doa
padahal kau adalah anyaman kata itu
mekarkan kelopak mimpi jadi kasmaran
apa malaikat juga mengucapkannya padamu ?
atau bidadari menyiram cemburunya ?
usah kau menjawabnya sayang....
kitab merah jambu akan jelaskannya
aku juga telah berkelana
mencari aidelweis kesukaanmu
ingin kutulis nama mu di kelopaknya yang mungil
bersanding dengan do'a berbalut rindu
tapi bukan do'a panjang umur yang kurangkai
lalu ku titip dipucuk gerimis juga pelangi
karena umurmu telah dalam genggamanmu sendiri
ku hanya ingin tuhan tahu kita masih mewarna
sayang...
kata nenek pelangi adalah jembatan anja menuju bumi
aku ingi belajar percaya itu
agar rindu dan kisah kita ku titipkan pada tiap warnanya
biar musim paham
rindu mengalun dimana saja
dengan nada gelombang cari sandaran
diusiamu yang tak lagi remaja
ada keanggunan dalam balutan putih
dengan renda cinta yang membelukar
tertanam dalam lembah yang dikitari balairung kesetiaan
kau selalu hadir dalam tiap bab-bab kehidupan
telanjangi rembulan dan matahari
juga memasungku dalam sepi
di mana nyontek?
BalasHapusdi serpihan hati q kus..hehe
BalasHapus